Selasa, 01 Januari 2019

TPID Kecamatan Purwosari Ikut Menyemarakkan dan Menyambut Tahun Baru 2019

tpidpurwosari.or.id - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Purwosari bersama Panwascam Purwosari menyemarakkan malam pergantian tahun 2018 menuju 2019, Senin (31/12/2018) malam. Acara dipusatkan di Pendopo Kecamatan Purwosari dan dihadiri oleh Camat Purwosari, Muspika Purwosari, Polsek Purwosari, Koramil Purwosari, PPK Kecamatan Purwosari, PPS Se-Kecamatan Purwosari, Panwascam Purwosari, Panwasludes Se-Kecamatan Purwosari, TPID dan undangan lainnya.

"Meskipun saat ini dalam suasana berduka namun kita harus tetap semangat dalam menyambut tahun 2019. Kita do'akan bersama korban bencana di penghujung tahun 2019 seperti korban tsunami di Banten dan Lampung dan musibah lainnya, semoga amal ibadahnya diterima disisi-Nya," ucap Camat Purwosari Bayudono Margajelita, S.STP.

Sambutan Camat Purwosari
"Semoga kinerja pemerintahan di Kecamatan Purwosari pada tahun tahun 2019 semakin membaik, berbenah dan berprestasi," tambahnya.

Sementara itu Ketua PPK Kecamatan Purwosari Ginoto menambahkan bahwa tujuan digelarnya acara ini selain untuk kumpul bersama Muspika, PPK dan PPS serta Panwascam dan Panwasludes se-Kecamatan Purwosari menyambut malam tahun baru 2019 juga bisa menambah kekompakan demi mensukseskan pemilu 2019.

Do'a Bersama Menyemarakkan dan Menyambut Tahun Baru 2019
Bakar Ayam Kampung
Tak mau ketinggalan, TPID Kecamatan Purwosari pun ikut serta berpartisipasi menyemarakkan dan menyambut tahun baru 2019.

Pantauan di lokasi, acara diawali dengan membakar ayam kampung bersama, dilanjut sambutan dan do'a lalu ramah tamah dan dihibur oleh musik elektone dari Desa Purwosari.

Jumat, 28 Desember 2018

TPID Kecamatan Purwosari Gelar MAD II Pertanggungjawaban Program PID 2018

tpidpurwosari.or.id - Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro menyelenggarakan Musyawarah Antar Desa (MAD) ke II untuk mempertanggungjawabkan Program Inovasi Desa (PID) di Kecamatan Purwosari, Jum'at (28/12/2018) di Pendopo Kecamatan Purwosari.


Sambutan Pendamping Desa di Kec. Purwosari

Semoga ke depan semakin bermunculan inovasi-inovasi yang dikembangkan oleh warga masyarakat di 12 Desa Se-Kecamatan Purwosari menyusul Desa Sedahkidul yang mengembangkan Inovasi Sarana Olahraga Desa dan Kolam Renang yang dikelola oleh BUMDesa Potro Indo Dharma Desa Sedahkidul Kecamatan Puwosari.

Sebelumnya TPID Kecamatan Purwosari bersama Kepala Desa dan BPD, Pendamping Desa serta PLD telah mengikuti Bursa Inovasi Desa, Pelatihan TPID, Capturing Video Inovasi Desa dan Replikasi Program Inovasi Desa.

Dalam Musyawarah Antar Desa II ini diselenggarakan laporan pertanggungjawaban dan penggunaan Dana Bantuan Pemerintah PPID oleh Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) yang disampaikan oleh Didik Jatmiko selaku Ketua TPID Kecamatan Purwosari. Laporan pertanggungjawaban disampaikan kepada Tim Inovasi Kabupaten untuk ditembuskan Satker Dekonsentrasi Provinsi.

Kamis, 20 Desember 2018

Video Capturing Inovasi Sarana Olahraga dan Kolam Renang Desa Sedahkidul

tpidpurwosari.or.id - Di Desa Sedahkidul, inovasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Sedahkidul bersama BUMDes berupa Pengembangan Sarana Olahraga yang terdiri atas lapangan voli, lapangan sepakbola, dan kolam renang. Kolam renang tersebut diberi nama "Panggon Bluron Sendang Potro" Sedahkidul.

SELENGKAPNYA TONTON VIDEONYA DI SINI :




Selasa, 18 Desember 2018

Forum TPID Bojonegoro Gelar Bursa Inovasi Desa

tpidpurwosari.or.id - Forum Tim Pelasana Inovasi Desa (TPID) Bojonegoro, Jawa Timur, menggagas Bursa Inovasi Desa sebagai usaha untuk memaksimalkan penggunaan APBDesa secara maksimal.

Apalagi, setiap desa saat ini mendapat suntikan dana dari pemerintah melalui Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) yang besar.

Forum TPID Bojonegoro Gelar Bursa Inovasi Desa
“Bursa Inovasi Desa bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi yang ada di desa terutama potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya ekonomi,” ujar Ketua TPID, Abdul Rochim, Selasa (18/12/2018).

Pengembangan desa di bidang pemberdayaan ekonomi, bidang infrastruktur dan bidang manusia ini sesuai dengan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Serta peraturan lain untuk meningkatkan inovasi desa agar lebih berdaya.

“TPID ini untuk mengawal, mengembangkan potensi desa itu. Salah satunya dengan penandatanganan Kartu Komitmen dan Kartu Gagasan oleh pemerintah desa,” katanya.

Sementara diketahui, pelasanaan inovasi desa dilakukan di Gedung Olah Raga (GOR) Dabonsia di Kecamatan Dander. Beberapa hal yang dilakukan untuk peningkatan kualitas penggunaan desa itu salah satunya untuk menyampaikan dokumentasi bentuk kegiatan inovasi desa baik dari menu lokal maupun nasional.

“Sehingga bisa saling tukar pikiran tentang kualitas penggunaan dana desa dan mendorong pemerintah desa untuk mereplikasi kegiatan inovasi serta menganggarkan dalam APBDesa,” tambahnya.
TPID Kecamatan Purwosari Ikuti Bursa Inovasi Desa

Pada kesempatan itu Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dalam sambutannya menyampaikan adanya program inovasi desa ini sesuai dengan program yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Pemerintah desa harus memberdayakan potensi yang ada dengan maksimal.

“Di pemerintahan pusat juga telah membentuk badan kreatif untuk pengembangan inovasi program,” katanya menjelaskan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, 40 kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), camat di daerah setempat, 196 petugas TPID dan pendamping profesional program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, 196 orang, serta 838 kepala desa dan Ketua BPD.

Jumat, 07 Desember 2018

TPID Kecamatan Purwosari Ikuti Pelatihan Tim Pelaksana Inovasi Desa

tpidpurwosari.or.id - Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar Pelatihan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID), di Gedung Dinas PMD Lantai II Jl. Panglima Sudirman No 161 Bojonegoro, Jum'at (7/12/2018).
Pelatihan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID), di Gedung Dinas PMD Bojonegoro
Pelaksanaan pelatihan TPID ini, dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan hari ini, Jum'at (7/12/2018) dan gelombang kedua akan dilaksanakan besok Sabtu (8/12/2018). Total jumlah peserta terdiri atas 196 anggota TPID dari 28  Kecamatan Se Kabupaten Bojonegoro.

"Pelatihan TPID merupakan rangkaian kegiatan Program Inovasi Desa (PID) yang merupakan program dari Kemendes PDTT. PID ini merupakan upaya untuk memberikan informasi kegiatan inovasi desa," ucap Koordinator TA P3MD Kabupaten Bojonegoro, M. Fathur Rochman.

Menurutnya, hal itu dilakukan agar ada proses pertukaran ide dan informasi. Serta diharapkan direplikasi oleh pemerintah desa (Pemdes).

"Sehingga akan memberikan referensi bagi desa untuk meningkatkan kwalitas penggunaan dana desa," ujarnya.
Pelatihan TPID ini, diharapkan bisa memberikan bekal kepada para pengurus untuk melaksanakan tahapan kegiatan PID, seperti MAD, Capturing, mengawal replikasi dan kegiatan lainnya.

Menurut rencana, juga akan dilaksankan kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) pada (18/12/2018). Dalam BID ini akan menampilkan beberapa bentuk inovasi nasional dan bentuk inovasi lokal kabupaten.
TPID Kecamatan Purwosari Ikuti Pelatihan Tim Pelaksana Inovasi Desa

Sehingga diharapkan pemerintah desa bisa berkomitmen untuk mereplikasi kegiatan inovasi desa yang dituangkan dalam Kartu Komitmen dan Kartu Ide.

Sementara, Plt Kepala Dinas PMD Kabupaten Bojonegoro, M. Qosim dalam sambutannya mengharapkan kegiatan ini dilaksanakan dengan sebaik-baiknya agar tujuan PID dapat tercapai.

Bursa Inovasi Desa Kabupaten Bojonegoro
"Dinas PMD Kabupaten Bojonegoro selaku Tim Inovasi Kabupaten, bersedia untuk memfasilitasi setiap kegiatan yang dilakukan TPID. Agar proses pertukaran ide dan informasi dalam Bursa Inovasi Desa (BID) dapat terlaksana" pungkasnya.

Kamis, 06 Desember 2018

Desa Sedahkidul Kembangkan Inovasi Sarana Olahraga Desa dan Kolam Renang

tpidpurwosari.or.id - Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan kunjungan dan capturing ke beberapa desa yang dipersiapkan memiliki Inovasi di Kecamatan Purwosari. Salah satunya adalah di Desa Sedahkidul Kecamatan Purwosari, Kamis (6/12/2018).

Di Desa Sedahkidul, inovasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Sedahkidul bersama BUMDes berupa Pengembangan Sarana Olahraga yang terdiri atas lapangan voli, lapangan sepakbola, dan kolam renang.

Desa Sedahkidul Kembangkan Inovasi Sarana Olahraga Desa dan Kolam Renang
Di tangan Kepala Desa (Kades) Sedahkidul, Mochammad Choirul Huda, Dana Desa (DD) dimanfaatkan pada kegiatan produktif. Dia menggandeng warga menyulap lahan desa untuk pengembangan sarana olahraga berupa lapangan voli, lapangan sepakbola dan kolam renang.

Prakarsa ini tergolong inovatif dalam memanfaatkan potensi yang ada di desa. Diantaranya memanfaatkan sumber mata air untuk sarana olahraga dengan membuat kolam renang yang biaya pembangunannya bersumber dari DD Sedahkidul tahun 2018.

Selanjutnya, untuk pengelolaan sarana olahraga telah mendapat sambutan hangat dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi. Diresmikan oleh Penjabat Bupati Bojonegoro pada tanggal (31/8/2018), dikelola oleh BUMDes Sedahkidul, Potro Indo Dharma dan Karang Taruna desa setempat.

"Ya, meskipun saat peresmian tersebut Menpora belum dapat hadir, ia mengirimkan video ucapan selamat atas peresmian sarana olahraga tersebut. Sehingga menjadi spirit dan penyemangat bagi kami," ucap Kades Sedahkidul, Mocahammad Choirul Huda.

"Tak hanya itu, kesuksesan pembangunan inovasi di Desa Sedahkidul ini tak terlepas juga dari Program Inovasi Desa (PID) yang dicanangkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).  Khususnya Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Masyarakat Desa (PPMD)," tambah pria alumni Universitas Islam Negeri Surabaya ini.

Sebelumnya, TPID Kecamatan Purwosari juga melakukan capturing pada tanggal (2 - 3/12/2018) di Desa Gapluk dengan Inovasi Infrastruktur Pertanian. Berupa pembangunan Jembatan dan Mesin Pompa Air Irigasi. Lalu Desa Purwosari dengan Inovasi Pengembangan Usaha Konveksi yang telah dikembangkan oleh BUMDes.

"Dari beberapa potensi yang telah kami dokumentasikan ini, semoga memberikan motivasi kepada desa-desa lainnya untuk berinovasi," kata  Ketua TPID Kecamatan Purwosari, Didik Jatmiko.

Sehingga, kata dia, bisa memperkaya khasanah perencanaan dan pelaksanaan kegiatan desa dalam menggunakan DD. Supaya berjalan efektif memakmurkan kesejahteraan masyarakat.

"Salam Berdesa, membangun Indonesia dimulai dari Desa," pungkasnya.

Selasa, 21 Agustus 2018

MAD dan Sosialisasi Pembentukan TPID di Kecamatan Purwosari

tpidpurwosari.or.id - Pendamping Desa Tingkat Kecamatan Purwosari mengadakan Musyawarah Antar Desa (MAD) Antar Desa dan Pembentukan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Purwosari di Pendopo Kecamatan Purwosari, Senin (20/08/2018). Acara dibuka oleh Sekretaris Kecamatan, Drs. Saad Mujaddid dan dihadiri oleh Kepala Desa, Karang Taruna Se-Kecamatan Purwosari.

MAD dan Sosialisasi Pembentukan TPID di Kecamatan Purwosari
Dalam kegiatan MAD ini membahas tentang Sosialisasi Program Inovasi Desa (PID) dan Pembentukan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro Tahun 2018. 


“Ada tiga hal utama dalam pelaksanaan PID yaitu Peningkatan Sektor Wirausaha dan Pengembangan Ekonomi Lokal, Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Infrastruktur”, ucap Budi Santoso,S.Si selaku Koordinator Pendamping Kemendesa di Kecamatan Purwosari.

"Terkait program inovasi desa ini, akan diambil tujuh orang empat laki-laki tiga perempuan. Adapun tugas dan fungsi pokok TPID nanti bekerjasama dengan kepala desa, perangkat desa, BPD untuk menggali inovasi yang cocok diterapkan di desa masing-masing. Misalnya, Desa Sedahkidul berpotensi mengembangkan sarana olahraga desa dan kolam renang, sementara ini belum ada kolam renang desa di Kecamatan Purwosari setelah ada inovasi mulai ada desa yang memiliki kolam renang sebagai wisata desa," tambahnya.

Setelah diadakan musyawarah, pemilihan dan penetapan pengurus siang itu akhirnya terbentuklah Tim Pelaksana Inovasi Desa Kecamatan Purwosari dengan susunan pengurus sebagai berikut :

1. Didik Jatmiko sebagai Ketua
2. Puji Utami sebagai Bendahara
3. Zaenal Abidin sebagai Bidang Pengelolaan Praktek Cerdas
4. Mila sebagai Bidang Pengelolaan Praktek Cerdas
5. M. Arik Zeptianto sebagai Bidang Pengelolaan Praktek Cerdas
6. Novia'ana Nur Qur'an sebagai Bidang Verifikasi dan Inovasi
7. Dedi Triyanto sebagai Bidang Verifikasi dan Inovasi

“Semoga dengan hadirnya TPID di Kecamatan Purwosari ini akan semakin memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan desa”, tambah Drs. Saad Mujaddid Sekretaris Kecamatan Purwosari.

Kamis, 14 Desember 2017

Pengertian dan Tujuan Bursa Inovasi Desa

Inovasi Desa - Bursa Inovasi Desa merupakan sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa dalam lingkup kabupaten. Bursa Inovasi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Model Pengelolaan Inovasi di Tingkat Kabupaten. Adapun maksud pelaksanaannya yaitu untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa akan solusi bagi penyelesaian masalah, serta inisiatif atau altenatif kegiatan pembangunan desa yang lebih efektif dan dan inovatif.

Pengertian dan Tujuan Bursa Inovasi Desa
Sedangkan kegiatan-kegiatan yang akan dipamerkan dalam Bursa Inovasi Desa yakni kegiatan-kegiatan yang bernilai inovatif dalam pembangunan desa yang bukan dalam bentuk barang tetapi dalam bentuk ide-ide kreatif yang lahir dan berkembang di desa-desa.

Tujuan dari Bursa Inovasi Desa, antara lain sebagai berikut:
  1. Mendiseminasikan informasi pokok terkait Program Inovasi Desa (PID) secara umum, serta Program Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa secara khusus.
  2. Menginformasikan secara singkat pelaku-pelaku program di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa.
  3. Memperkenalkan inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa dalam menyelesaikan masalah dan menjalankan kegiatan pembangunan.
  4. Membagi kegiatan inovasi yang telah di dokumentasikan dalam bentuk video maupun tulisan.
  5. Membangun komitmen replikasi. 
  6. Menjaring inovasi yang belum terdokumentasi.
  7. Membagi informasi Penyedia Jasa Layanan Teknis (PJLT).

Untuk diketahui bahwa Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Desa memiliki dua kewenangan khusus, yaitu kewenangan berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal skala Desa. Untuk mendukung desa dalam pelaksanaan kedua kewenangan tersebut, Pemerintah telah mengucurkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) sejak tahun 2015. Dengan adanya kuncuran dana ke desa-desa, diharapkan desa berkemampuan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya secara efektif, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa.

Namun, disadari bahwa kapasitas Desa dalam menyelenggarakan pembangunan dalam perspektif “Desa Membangun”, masih terbatas. Keterbatasan itu tampak dalam kapasitas aparat Pemerintah Desa dan masyarakat, kualitas tata kelola Desa, maupun sistem pendukung yang mewujud melalui regulasi dan kebijakan Pemerintah yang terkait dengan Desa. 

Sebagai dampaknya, kualitas perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pemanfaatan kegiatan pembangunan Desa kurang optimal dan kurang memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa. Pembangunan desa lebih terfokus pada kegiatan infrastruktur seperti pembuatan rabat beton, pembangunan gedung, dll. Sedangkan, kegiatan-kegiatan yang bersifat pemberdayaan masyarakat porsinya dalam APBDes (Anggaran Pendapatan Belanja Desa) masih sangat minim. 

Oleh karena itu, Program Inovasi Desa (PID) dimunculkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan kapasitas desa dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas.

Selamat berinovasi

Rabu, 13 Desember 2017

Tugas Tim Pelaksana Inovasi Desa di Tingkat Kecamatan

Inovasi Desa - Program Inovasi Desa atau yang disingkat dengan PID merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa melalui peningkatan kapasitas desa dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas. Program Inovasi Desa diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa, PDTT) dengan dukungan pendanaan dari Bank Dunia.

Tugas Tim Pelaksana Inovasi Desa di Tingkat Kecamatan
Tujuanya program ini antara lain untuk mendukung pembangunan desa yang lebih kreatif dalam mendorong pengembangan ekonomi lokal dan pengembangan sumber daya manusia. Dalam rangka percepatan pelaksanaan program inovasi desa, pada tingkat kecamatan akan dibentuk Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID)

Pembentukan TPID ini dilakukan melalui Musyawarah Antar Desa (MAD) yang dihadiri perwakilan dari masing-masing desa, termasuk unsur perempuan. Sebelum MAD dilakukan, terlebih dahulu dilakukan sosialisasi ke desa tentang kebutuhan dan kriteria tim yang akan didominasikan. 

Adapun cara pembentukan dan pemilihan anggota tim pelaksana diatur sendiri melalui mekanisme musyawarah. Kemudian, hasil keputusan musyawarah dituangkan dalam Berita Acara dan menjadi dasar pengukuhan TPID.

Tim Pelaksana Program Inovasi Desa di tingkat kecamatan ditetapkan melalui Surat Ketetapan Camat (SKC). Setelah ditetapkan, inilah tugas-tugas Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID).

Secara Khusus Tugas Tim Pelaksana Inovasi Desa sebagai berikut :

Ketua: bertugas untuk memimpin tim dalam mengelola pelaksanaan kegiatan inovasi desa dan menandatangani dokumen pencairan DOK PPID dan laporan pertanggungjawaban.

Bendahara: bertugas untuk mengadministrasikan pengelolaan dan transaksi  keuangan DOK PPID, serta membantu Ketua Tim dalam menyiapkan laporan pertanggungjawaban.

Bidang Pengelolaan Praktek Cerdas: bertugas dalam fasilitasi tahapan pengelolaan pengetahuan terutama dalam tahapan identifikasi dan dokumentasi kegiatan inovasi yang telah dilakukan di desa-desa. Dokumentasi kegiatan  yang telah dibuat diajukan ke Tim Inovasi Kabupaten untuk dilakukan verifikasi dan ditetapkan sebagai dokumen pembelajaran yang layak untuk di sebarluaskan. Bidang ini juga bertugas untuk menyebarluaskan (Publikasi) praktek-praktek kegiatan inovasi  yang telah direkomendasikan  oleh Tim Inovasi Kabupaten.

Bidang Verifikasi Inovasi: bertugas untuk memeriksa dan memverifikasi kebutuhan desa-desa untuk melakukan replikasi kegiatan inovasi melalui APBDes. Bidang ini juga membantu Tim Inovasi Kabupaten untuk menguji kelayakan dan keseuaian praktik cerdas atau inovasi yang akan dikembangkan di wilayahnya.

Sedangkan secara umum tugas anggota Tim Pelaksana Inovasi Desa di tingkat kecamatan, antara lain :
  1. Menerima dan menyalurkan DOK PPID, termasuk menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB);
  2. Memfasilitasi pertemuan-pertemuan musyawarah masyarakat;
  3. Memfasilitasi tahapan pelaksanaan pengelolaan praktik cerdas (identifikasi, dokumentasi, eskposisi dan replikasi);
  4. Memfasilitasi desa yang berminat mengadopsi atau mereplikasi praktik cerdas;
  5. Melaksanakan kegiatan inovasi yang disepakati/terdanai;
  6. Memonitor dan evaluasi kegiatan inovasi yang dijalankan;
  7. Berkoordinasi dengan pendamping desa P3MD;
  8. Melaporkan pelaksanaan kegiatan sebagai pertanggungjawaban;

Selamat berinovasi

Selasa, 12 Desember 2017

Mewujudkan Desa Berdaulat Melalui Program Inovasi Desa

Inovasi Desa - Program Inovasi Desa (PID) hadir untuk memperkuat desa dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan desa yang lebih tepat sasaran melalui pengelolaan pengetahuan cerdas dan kegiatan inovatif kreatif yang dimiliki oleh desa. Oleh karena itu, PID hadir sebagai upaya dalam rangka mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan dana desa dengan memberikan sebanyak mungkin referensi cerdas dan ide-ide kreatif dalam melaksanakan pembangunan desa.

Mewujudkan Desa Berdaulat Melalui Program Inovasi Desa
PID juga hadir untuk memperkuat peran pendamping dengan banyak referensi dalam proses pendampingan P3MD di desa. Program Inovasi Desa merupakan kegiatan-kegiatan yang dipetik dari hasil karya desa yang memiliki nilai inovatif kreatif yang selanjutnya akan didayagunakan dan disebarkan melalui Bursan Inovasi Desa. 

Apa itu Bursa Inovasi Desa?

Bursa Inovasi Desa merupakan sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi kreatif masyarakat yang berkembang di desa-desa. Melalui forum ini desa-desa dapat bertukar inisiatif dalam membangun desa. 

Untuk itu, Bursa Inovasi Desa dirancang sebagai wahana petukaran ide-ide kreatif inovatif dalam membangun desa, dan bukan sebagai arena pameran barang atau souvenir. Oleh karenanya, aktifitas dalam Bursa Inovasi Desa adalah pemeran kegiatan-kegiatan yang telah dinilai inovatif, terutama terkait kegiatan pembangunan desa yang telah dibiayai oleh Dana Desa.

Melalui Bursa Inovasi Desa diharapkan dapat menjebatani kebutuhan pemerintah desa akan solusi bagi penyelesaian masalah serta inisiatif atau alternatif dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan desa yang lebih efektif dan inovatif, terutama yang dibiayai oleh Dana Desa. Sehingga diharapkan melalui Program Inovasi Desa dapat memperkuat Desa Berdaulat.